Perceraian tidak selalu buruk
Selama ini kita menganggap perceraian sebagai sesuatu yang buruk, bahkan tabu. Perceraian kerap diposisikan sebagai kegagalan, aib, atau tanda ketidakmampuan seseorang mempertahankan komitmen. Pandangan ini begitu kuat hingga banyak orang merasa bahwa bertahan dalam pernikahan—apa pun kondisinya—adalah pilihan yang lebih “benar” dibanding berpisah. Namun, menurutku, cara pandang semacam ini tidak selalu adil, bisa jadi keliru dan bisa merugikan kedua belah pihak. Masalahnya bukan pada nilai mempertahankan pernikahan itu sendiri, melainkan pada anggapan bahwa bertahan selalu lebih baik daripada berpisah , tanpa mempertimbangkan kualitas hubungan yang dijalani. Dalam banyak kasus, pandangan ini justru membuat orang-orang tetap tinggal dalam relasi yang sudah tidak sehat, penuh konflik, atau bahkan menyakitkan secara emosional dan psikologis. Mereka bertahan bukan karena masih ada kehangatan, melainkan karena takut pada stigma sosial, takut dianggap gagal, atau takut melanggar n...