antara nilai dan sifat

Ada sebuah tulisan menarik yg ditulis oleh kang hasan yg menyinggung antara nilai dan kepribadian. Setelah membaca tulisan tersebut saya langsung crosscek diri, bagaimana harus menanggapi tulisan tersebut.

Saya ingin mengcopy tulisannya terlebih dahulu kesini

_  _ _ _ _ _ _ _ _ _

Alasan memilih pasangan nilai atau kepribadian?

Menurut ilmu psikologi, 2 orang yg memiliki kesamaan nilai akan lebih mudah cocok, dan jadi langgeng dalam hubungan ketimbang yang punya kemiripan sifat. Apa beda antara nilai dan sifat?

Nilai mengacu pada prinsip atau keyakinan yang memandu prilaku dan pengambilan keputusan seseorang. Prinsip ini dapat mencakup konsep seperti kejujuran, integritas, empati dan keadilan. Nilai umumnya dianggap relative stabil dari waktu ke waktu dan sering kali sangat tertanam dalam karakter individu.

Sementara itu, kepribadian mengacu pada pola pikir, perasaan dan prilaku yg membuat seseorang unik. Kepribadian dapat mencakup berbagai jenis sifat, termasuk ekstroversi, keterbukaan, kesungguhan, neurotisisme dan kesetujuan, di antara lain. Meskipun beberapa aspek kepribadian dapat dipengaruhi oleh genetika, yg lain dibentuk oleh faktor lingkungan seperti pengasuhan dan pengalaman hidup.

Dua orang dengan sifat berbeda, misalnya satu introvert dan satu lagi ekstrovert bisa saja cocok, dan saling mengisi. Sebaliknya, 2 orang yg sama-sama ekstrovert bisa saja tidak cocok. Sementara itu 2 orang dengan nilai serupa cenderung lebih akur.

Kenapa begitu? Nilai yang kita anut sebenarnya lebih menentukan gerak-gerik, keputusan, dan tindakan kita. Bagaimana kita melihat masalah, dan apa respon yang kita pilih sangat tergantung pada nilai yg kita anut, bukan pada kepribadian. Kita cenderung merasa tidak nyaman kalau pasangan kita mengambil tindakan yg berbeda dengan nilai-nilai yg kita anut.

Ini juga berlaku untuk hubungan orang tua dengan anak- kalau anak-anak mengadopsi nilai-nilai yg dianut orang tua mereka, kemungkinan konflik lebih kecil. Konflik akan terbuka kalau anak-anak mengadopsi nilai-nilai dari pihak lain, yg berbeda dengan nilai-nilai yg dianut oleh orang tua mereka.

_ _ _  _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Setelah membacanya aku banyak berfikir tentang nilai dan kepribadian. Apa perbedaan kedua hal ini karna sekilas terlihat mirip sekali, sejenak aku berfikir apakah nilai-nilai yg kita anut lahir dari kepribadian kita? atau sebaliknya, kepribadian kita lahir dari nilai-nilai yang kita anut? Lalu apakah nilai bisa bertentangan dengan kepribadian? Seandainya saya akan membuat keputusan, apakah yg mendominasi keputusan saya nantinya adalah berdasarkan nilai atau kepribadian saya?

Nilai = prinsip, keyakinan.

Kepribadian = pola pikir, perasaan dan prilaku.

Baiklah, sepertinya kedua hal tersebut ada pada setiap orang, namun kebanyakan orang sering tidak menyadari kedua hal tsb sehingga sering membingungkan. Namun bagi orang yang bisa menyadari kedua hal tersebut dia akan bijak dalam mengambil keputusan dan akan menjadi orang yg bertanggung jawab, kenapa? Karna dia sadar tentang hal tsb.

Barangkali adalah benar yang ditulis oleh penulis diatas bahwasanya “Nilai yang kita anut sebenarnya lebih menentukan gerak-gerik, keputusan, dan tindakan kita. Bagaimana kita melihat masalah, dan apa respon yang kita pilih sangat tergantung pada nilai yg kita anut, bukan pada kepribadian”. Bagi saya bagaimana kepribadian kitalah yang nantinya akan menghasilkan nilai-nilai yg kita anut, bukan sebaliknya.

 Selain itu kepribadian adalah tentang “aku,Saya”, sesuatu yg mencakup diri kita sendiri yg hanya diri kita sendiri yg tau, tidak ada hubungannya dengan orang lain. Namun ketika kita akan berbicara ke nilai, maka kita akan melibatkan diri ke ranah sosial dan akan berinteraksi dengan orang-orang. untuk itu perlu hati-hati dalam membangun nilai-nilai yg akan kita pegang ke depan nantinya.

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Butuh Hari Tanpa Aktivitas, Tanpa Harus Jadi Produktif

kehadirannya di momen yg tepat, apakah berarti dia orang yg tepat?

Rumah sebagai cermin kualitas hidup