Pola pikir Selektif dan Manipulatif

 

Salah satu cara untuk mengarungi dunia adalah mengenali pola pikir. Setiap orang mempunyai pola pikir yang berbeda, pola pikir yang berbeda ini terbentuk oleh beberapa faktor seperti kebiasaan, lingkungan, sosial budaya, pendidikan, pengalaman hidup dan lain lain. Bagaimana kita memandang suatu peristiwa atau kejadian juga bergantung pada bagaimana pola pikir kita.

Secara umum ada pola pikir yang barangkali kita semua harus mengenalinya agar tau bagaimana kita harus bertindak. Pola pikir itu ada 2 yakni pola pikir Manipulatif dan pola pikir selektif. Pola pikir selektif adalah pola pikir seseorang yang hanya berfokus pada menyeleksi atau memilih. Sedangkan pola pikir manipulatif adalah pola pikir seseorang yang berfokus pada memanipulasi atau mengendalikan.

Pola pikir selektif biasa kita temukan dalam perempuan, perempuan memiliki pola pikir ini karna mereka selalu diasumsikan untuk memilih. “pilih laki-laki yg seperti ini”,pilih calon suami yang seperti ini”, tapi jarang yang mengajari mereka tentang “bagaimana membuat laki-laki bertekuk lutut” “bagaimana membuat laki-laki cinta mati”. Akibatnya banyak perempuan menjadi pasif.

Selanjutnya Pola pikir Manipulatif bisa kita temukan pada laki-laki karna memang laki-laki dikenal sebagai pribadi yang bertindak dan mengambil inisiatif. Jika belum terlihat, mereka pasti akan memiliki pola pikir manipulatif suatu hari nanti. Laki laki memang dari dulu diketahui sering berkompetensi untuk mendapatkan sesuatu, karna itu laki-laki harus bergerak cepat mengambil tindakan agar tidak kalah saing dari yang lain.

Namun tidak semua Laki-laki mempunyai pola pikir Manipulatif dan tidak semua perempuan mempunyai pola pikir Selektif. Ada kalanya kita juga akan menemukan laki-laki yang memiliki pola pikir selektif dan perempuan yang memiliki pola pikir manipulatif. Barangkali perempuan yang memiliki pola pikir manipulatif tidak akan menghabiskan waktu menunggu pangeran menjemputnya, mereka akan mendatangi sendiri laki-laki yang menjadi target mereka. Dan laki-laki yang menjadi target pasti bukanlah laki-laki jelek seperti kalian semua dan juga saya wkwk… jadi jangan halu dan berharap akan ada perempuan yang mendekati kalian wkwk. Perempuan seperti ini tidak mempunyai rasa takut ditinggalkan oleh pasangannya, karna bagi mereka pasangan mereka sudah ada dalam kendali mereka. Perempuan seperti ini layak di prioritaskan bahkan layak untuk di takuti juga.

Tidak seperti perempuan, laki-laki dengan pola pikir selektif tidak akan memiliki banyak pilihan jika tidak mau berusaha. Perempuan hanya dengan pasang foto di sosial media saja sudah bisa dapat banyak pesan dari laki-laki, ada yang mengajak kenalan bahkan ada yang menawarkan pekerjaan. Sedangkan laki-laki, kotak masuk mereka akan tetap sepi jika mereka tidak memulai pesan lebih dulu. Perempuan hanya dengan duduk di cafe sendirian dengan tersenyum manis sudah bisa dapat kenalan sedangkan laki-laki akan selamanya menjadi orang yang kurang pergaulan jika tidak memulai atau berusaha mengajak orang lain berkenalan. Laki-laki dengan pola pikir selektif tentu bakal kalah saing,  baik dari segi percintaan dan juga karir.

Namun, baik pola pikir manipulatif dan juga pola pikir selektif, keduanya tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Keduanya ada sesuai kebutuhan masing-masing, dengan cara mengenal potensi diri dan tau batasan diri penting untuk menggunakan pola pikir yang mana. Pola pikir ini tidak hanya berlaku dalam membentuk hubungan tapi juga berlaku dalam karir, lingkungan dan pengembangan diri.

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Butuh Hari Tanpa Aktivitas, Tanpa Harus Jadi Produktif

kehadirannya di momen yg tepat, apakah berarti dia orang yg tepat?

Rumah sebagai cermin kualitas hidup