premis yang keliru tentang cinta
selamat malam semuanya
Pada postingan kali ini saya Sedikit ingin mengulas buku the art of loving dari erich fromm. Bagi saya
pribadi buku ini adalah buku yang bagus dan memberikan perspektif baru tentang cinta. Dalam pengantarnya ditulis bahwa terdapat 3 premis atau asumsi yang keliru tentang cinta.
Premis Pertama kebanyakan orang memandang masalah cinta pertama-tama sebagai soal “dicintai” daripada “mencintai”.
Kebanyakan dari kita memandang masalah cinta itu sebagai persoalan “dicintai”, bagaimana agar dicintai?
Dari premis tersebut kita sibuk mempesolek/memperbagus diri kita agar nantinya kita merasa dicintai. Kaum laki-laki berlomba mencapai kesuksesan, mengejar kekuasaan dan kekayaan agar bisa menarik perhatian wanita. Adapun kaum perempuan akan membuat dirinya semenarik mungkin dengan merawat tubuh, berpakaian semenarik dan semewah mungkin.
intinya dari pada sibuk mencari yang orang yang akan dicintai lebih baik belajar bagaimana mencintai.
premis kedua, asumsi bahwa masalah cinta adalah masalah "objek" bukan masalah "kemampuan".
Dalam masyarakat kita, sering kali jika kita berbicara masalah cinta, kadang hal pertama yang muncul adalah tentang "siapa" yang harus kita cintai. tipe seperti apa yang kita inginkan dan lain sebagainya.
Dalam hal ini adalah bukan tentang "siapa" yang harus kita cintai namun adalah "bagaimana mencintai yang baik dan benar. hal ini berkaitan dengan soal kemampuan individu, dengan memahami "bagaimana" cara mencintai yang baik dan benar kita akan bisa mencintai "siapa" atau "objek" cinta kita dengan baik dan bisa menerima apa adanya.
premis ketiga, kebingungan antara pengalaman awal "jatuh" cinta dan kondisi permanen "berada" dalam cinta, atau lebih tepat kita sebut "bertahan" dalam cinta.
Mungkin kita pernah mendengar kalimat yang bilang gini "kadang PDKT lebih indah ketimbang pacaran" atau "kamu udh berubah, gak seperti kamu ngejer aku dulu", dan bla...bla.. lainnya. kedengaran gk asing kan, dan biasa kalimat ini sering muncul di kalangan wanita.
Terkadang ketika ingin menjalin suatu hubungan, kadang kita terlalu cepat mengartikan sebuah rasa penasaran dengan mengartikannya sebagai rasa cinta, lalu setelah mulai menjalin hubungan karakter asli dari tiap pasangan aka kelihatan dan gak sesuai ekspetasi kita, dan kita mulai terjebak dalam hubungan yang toxic.
Terkadang kita jatuh cinta pada ekspetasi yang kita buat sendiri tentang orang tersebut dan bukan pada orangnya. erich fromm juga menulis "jangan jatuh cinta" tapi "bangun cinta" yang sehat dan dewasa.
Sekian ulasan sederhana saya tentang buku the art of loving karya erich fromm. yang mau diskusi silahkan di kolom komentar.
Kembangkan kk 😊👍
ReplyDeletesiap!
ReplyDeleteSo? Bagaimana membangun sebuah cinta yg sehat dan dewasa?
ReplyDeletedi dalam buku ini juga ada unsur" cinta yang harus di penuhi yakni, care (peduli), Responsibility( Tanggung Jawab), Respect (hormat), Knowledge (pengetahuan).
Delete