Eren Yeager si Tawanan yang bebas
Bagi para pecinta anime mungkin sudah tidak asing dengan salah satu anime ini, Attack On titan. Sampai saat ini Attack on titan sudah sampai final season part 2. Menurut pribadi aku anime ini bagus sekali dari segi ceritanya, pembangunan karakter yang solid, dan bagi saya anime ini mengandung banyak filosofi yang bisa kita ambil. Salah satu filosofi yang bisa diambil adalah kaitan anime ini dengan alegori gua plato. sekilas anime ini akan menceritakan tentang perjuangan mencari kebebasan.
Kita mulai dengan alur cerita dari anime ini menceritakan tentang umat manusia yang tinggal di kelilingi tembok besar dan dilindungi oleh tembok tersebut selama ratusan tahun. mereka yang tinggal di dalam tembok ini sudah merasa nyaman di dalam sehingga tidak mau tau tentang apa yang ada diluar tembok. Suatu hari raksasa muncul dan melubangi tembok sehingga membuat raksasa-raksasa yang lainnya bisa memasuki kawasan tersebut. singkatnya animenya berlanjut tentang perjuangan umat manusia melawan raksasa
Itulah sedikit gambaran alur cerita dari anime Attack On Titan selebihnya bisa teman-teman tonton sendiri. fokus utama tulisan saya disini ialah mengenai Tokoh utama dari anime ini yakni Eren Yeager, salah satu karakter yang saya sukai di anime ini meskipun masih kalah pamor dari kapten Levi. Salah satu sifat dari eren ialah memliki rasa kingintahuan yang tinggi, terlihat dari betapa keras kemauanya untuk bergabung dengan Tim Pengintai agar bisa keluar dari tembok yang telah mengambil kebebasanya dan ingin mencari tahu tentang kebenaran diluar tembok.
Bagi Eren dia tidak ingin tinggal bersama orang-orang dalam kenyamanan di dalam tembok, dalam salah satu dialog Eren, menurutnya orang-orang yang hidup dalam kenyamanan di dalam tembok seperti seekor hewan yang berada dalam kandang, tidak bisa berbuat banyak dan hanya menurut saja dengan aturan yang ada di dalam tembok
Setelah menonton serial anime ini, saya teringat tentang Alegori Gua Plato, yap bagi saya serial anime ini hampir mirip dengan Alegorinya gua plato. Di dalam gua terdapat beberapa tawanan yang sudah tinggal lama di dalam gua , mereka tidak bisa melihat kemana-mana selain ke dinding gua yang ada di depan mereka. Di belakang mereka ada api unggun dan diantara api unggun dan tawanan ada jalan dimana ada dalang yang bertugas membawa objek apapun dengan tujuan menciptakan refleksi bayangan objek itu di dinding gua, karna tidak bisa melihat ke belakang akhirnya mereka menganggap bayangan yang didepannya adalah realitas yang sebenarnya.
suatu hari seorang tawanan dibebaskan dan keluar gua, ia bisa melihat apa yang ada di belakang teman-temannya dan api yang menyala. Awalnya dia tidak terbiasa untuk melihat cahaya dan bergerak, tapi lama kelamaan dia terbiasa dan mulai bisa melihat cahaya dan warna. Di luar gua dia melihat banyak hal, termasuk benda benda yang mirip dengan apa yang dia lihat ketika hidup didalam gua.
Dia pun sadar, ternyata bayangan yang selama ini dia dan teman-temanyanya lihat di dinding gua hanya bayangan dari benda aslinya. Akhirnya dia balik lagi ke gua, dia berniat mau memberi tahu teman-temannya. tapi ternyata teman-temannya tidak percaya dengan ceritanya, mereka mengira bahwa dia gila dan tidak masuk akal.
Teman-temannya menolak tawaran untuk bebas dari tawanan yang sudah bebas ini dan memilih menetap di gua. teman-temannya menganggap tawanan yang sudah bebas ini gila karna keluar dari gua, sehingga mereka memilih untuk menetap di gua karna takut gila. sedangkan tawanan yang bebas menganggap tawanan yang lain bodoh karna masih percaya realita palsu(bayangan).
Begitulah sedikit penjelasan tentang Alegori gua Plato. Si Eren Yeager ini bisa kita ibaratkan dengan tawanan yang keluar dari tembok tersebut dan tembok ini bisa diibaratkan dengan gua tadi. Dalam ceritanya, eren dan pasukan pengintai yang berada diluar tembok banyak yang meninggal ketika melakukan tugas diluar tembok, ketika mereka kembali ke dalam tembok, Eren dan Pasukan Pengintai lainnya mendapat cemoohan dari masyarakat yang ada dalam tembok karna mereka hanya bisa pulang membawa mayat. Namun setidaknya dari pasukan pengintai kita bisa mengetahui kelemahan raksasa ini.
Dalam kehidupan kita sekarang, kadang kita begitu nyaman dengan segala hal/materi (bayangan yang kita liat di depan Gua) yang ada sehingga melupakan realita atau kebenaran yang tersembunyi. kita tidak mengetahui pertanyaan pertanyaan dasar tentang hakikat hidup kita untuk apa, apa tujuan kita hidup.
Intinya plato mau bilang kita ini mirip dengan tawanan yang ada di gua itu. kebenaran yang selama ini kita yakini belum tentu kebenaran yang sebenarnya. plato mengajak kita untuk menjadi seperti tawanan yang bebas,mencari kebenaran sejati. jangan pernah puas dengan pengetahuan yang kita miliki saat ini.
Sumber
- Opini Pribadi
- Novel Dunia Sophie


Comments
Post a Comment
silahkan berkomentar menggunakan bahasa yang sopan