stop membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Salah
satu hal yang saya sukai di dunia ini ialah menonton sepak bola, terlebih lagi
ketika timnas bertanding. Dan hari ini saya menonton timnas U23 melawan Brunei
Darussalam dalam ajang SEA GAMES ke 30 di Filipina. Yang menarik perhatian saya
ialah banyaknya pemain pemain yang masih berusia di bawah 20 bahkan sampai ada
yang masih baru berumur 17 tahun dan sudah membawa harum nama negaranya.
Kebanyakan
dari kita semua apalagi saya pasti terbesit dalam pikirannya seperti ini,“ni anak baru baru berumur 17 tahun tapi udh
bisa main bola selevel timnas, bagus lagi mainnya, gw yakin dah anak ini ke
depannya bakal lebih sukses lagi mungkin bakal disewa oleh klub luar negeri”.
Lalu kita yang menontonya sambil rebahan akan mulai merenung dan memikirkan apa
yang kita katakan barusan dan membandingkan diri kita dengan orang lain dan
membuat kecewa diri kita sendiri. “dia
umur segitu dah maen di timnas, lah gue umur segitu masih maen kelereng, mau
jadi apa ntar gede?. Jujur saja pemikiran pemikiran seperti ini mengganggu
pemikiran saya.
Tapi
untung saja saya cepat cepat membuang pemikiran seperti itu, ya mungkin ini
dampak dari buku yang pernah saya baca, Inilah salah satu alasan kenapa kita
dianjurkan untuk membaca buku. Hal salah yang saya lakukan disini ialah
membandingkan diri sendiri dengan orang lain, mengukur kesuksesan sendiri
menggunakan penggaris hidup orang lain. adalah sebuah kesalahan ketika
membandingkan diri sendiri dengan orang lain dalam hal kesuksesan, karna jalan
setiap orang untuk mencapai sukses itu berbeda. Jika kalian punya idola atau
pesohor yang sukses dan ingin menjadi seperti mereka lalu anda mengikuti cara
mereka menjadi sukses, apakah anda akan ikut sukses seperti mereka? Saya rasa
tidak, meskipun anda menggunakan metode dan pendekatan yang sama tapi itu tidak
menjanjikan anda akan seperti mereka, kenapa? Karna setiap jalan untuk meraih
kesuksesan itu berbeda.
Hal
yang perlu kita sadari dan cermati ialah kata kesuksesan itu sendiri, bagaimana
anda mendefinisikan sukses itu? Apa yang menjadi ukuran sehingga menganggap
sesuatu itu sukses. Ini yang perlu kita pahami, nilai yang kita pegang menentukan
ukuran yang kita gunakan untuk menilai diri kita sendiri dan orang lain. Contoh
kecil anda adalah seorang yang paling kaya di Negara anda dan anda
mendefinisikan kesuksesan ketika sudah melampaui kekayaan Bill Gates. Tetapi
faktanya anda tidak pernah akan bisa melampaui kekayaan Bill Gates, meskipun
semua orang memuja melihat anda sebagai orang yang sukses tapi ini tidak akan
membuat anda merasa sukses karna anda sendiri belum mencapai kesuksesan sesuai
definisi anda.
Mark
Manson dalam bukunya menulis “kita adalah
kera, kita menyangka kita semua sontak menjadi luar biasa setelah menggunakan
oven pemanggang dan memakai sepatu produk dari peraancang tertentu, padahal
kita hanya sekelompok kera yang dibungkus ornament yang mahal. Dan karna kita
adalah kera, secara naluriah kita mengukur diri kita sendiri dengan berpatokan
pada orang lain, dan untuk mencari status. pertanyaanya bukan apakah kita
mengevaluasi diri kita berdasarkan pencapaian orang lain: namun, pertanyaanya
adalah dengan standard apa kita mengukur diri kita sendiri?” lanjut dalam
bukunya “jika anda ingin mengubah cara
anda memandang permasalahan anda, anda harus mengubah nilai yang anda pegang
dan atau/atau bagaimana anda mengukur kegagalan/kesuksesan.
Memang
jika dilihat apa yang dikatakan mark itu benar, banyak dari kita yang
membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain, jika orang itu selangkah
lebih maju dari kita tentu kita akan merasa kecewa dan mulai menyalahkan diri
sendiri. Kita juga harus selektif memilih petuah yang sesuai dengan realita
kehidupan yang kita jalani. Dan mulai memilih nilai yang sesuai.
Bagi
saya buku “sebuah seni untuk bersikap bodo amat” karya mark manson ini sangat
menginspirasi bagi saya, dengan buku ini saya lebih bisa lebih bijak dalam
menghadapi permasalahan hidup. Buku ini
menyadarkan kita akan pentingnya mempunyai sebuah prinsip dalam hidup.
Mungkin
sekiann untuk artikel kali ini, sampai berjumpa di artikel selanjutnya.
benar sekali ketika kita merasa dia lebih baik v kita tidak berusaha utuk berubah maka itu adalah suatu kerugian apalagi membandingan diri kita dengan orang lain tapi tidak mau berubah menjadi lebih dari orang itu.
ReplyDeletebenar sekali itu apalagi ketika kita merasa lebih baik dari orang lain itu adalah kesalahan sedangkan kita lebih bruk dan juga ketika melihat orang itu lebih baik tapi tidak mau merubah diri melebihi orang tersebut merupakan kerugian yangbesar
ReplyDelete