Pentingnya jujur terhadap diri sendiri


Assalamualaikum wr..wb
Salam sejahtera untuk kita semua semoga selalu dalam keadaan sehat
Kali ini saya akan mencoba untuk mereview salah satu bab dari bukunya Mark Manson yang berjudul The Subtle Art Of Not Giving A fuck atau dalam bahasa Indonesia berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat (Meskipun saya mendapat buku bajakannya tapi gk apa lah). Saya hanya akan mereviewnya  sedikit dari segi sudut pandang saya dan bukan menulis kembali semua tulisanya
Diawali dengan bab 1 dengan bahasan yang pertama yakni “jangan berusaha”, sebuah judul yang bertolak belakang dengan fakta kehidupan kita yang sekarang yang selalu menuntut kita untuk selalu berusaha. Singkatnya ada seorang pecundang yang bekerja sebagai penyortir surat yang bernama Charles bukowski yang mempunyai cita cita menjadi seorang penulis. Namun tulisanya banyak ditolak oleh penerbit karna tulisanya kasar menjijikan dan tidak beretika.
Lalu pada usia 50 tahun, seorang editor menawarkan job untuk menulis dan akhirnya bukowski menerimanya. Karna bukowski berpikir itulah peluang pertamanya dan, ia sadar mungkin itu satu satunya yang didapatkanya. Pada akhirnya dia menjadi penulis yang terkenal. Lalu akhirnya dia meninggal dan di batu nisannya tertulis “jangan berusaha”.
Lalu apa yang bisa kita petik dari cerita ini? “kejujuran” ya benar nilai kejujuran, terlihat dari buku yang ditulisnya dia menulis secara jujur tentang dirinya meskipun itu terlihat buruk dia menerimanya dan tidak ragu untuk membagikan perasaanya. Sama halnya dengan kita semua, kita harus jujur terhadap diri kita sendiri,dan harus mengakui dan menerima kekurangan kita sendiri. Dengan begitu kita perlahan mulai nyaman dengan diri kita sendiri dan bisa menerima diri sendiri  apa adanya. Jika anda tidak bisa jujur terhadap diri sendiri lalu bagaimana anda bisa jujur dengan orang lain.
Jika kita tau kekurangan kita seperti sering lupa, tidak bisa bermain bola,  tidak pandai dalam  hitung menghitung maka kita harus menerima kenyataan tersebut bukan menghindarinya maka daripada itu kita perlu bertanya dan belajar. Meskipun anda mengakuinya bukan berarti anda bodoh dalam semua hal, hanya saja kita sadar kodrat kita sebagai manusia pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing masing.
Katakanlah si A hebat dalam mata pelajaran fisika tapi dia tidak hebat dalam mata pelajaran olahraga. Lalu ada si B pandai dalam olahraga tapi buruk dalam mata pelajaran kimia. Apakah kedua anak tersebut bodoh? Tentu tidak, seperti yang saya bilang tadi setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing masing dan kita harus sadar dengan hal itu.
Lalu hal yang menarik lainnya ialah, setelah terkenal apakah bukowski menjadi pribadi yang lebih baik? Tidak, dengan segala kesuksesan yang diraih tidak merubahnya menjadi pribadi yang lebih baik, dia tetap nyaman menjadi dirinya sendiri. Dia tetap merasa dirinya menjadi seorang pecundang, dan pemabuk. Di buku ini tertulis “perbaikan diri dan kesuksesan kadang terjadi bersama. Namun itu tidak lantas berarti keduanya adalah hal yang sama”.
Yang dapat saya cermati disini ialah, menjadi sukses bukan berarti merubah diri anda tapi bisa juga ketika anda sudah sukses kepribadian anda berubah juga entah itu menuju hal baik atau hal buruk. Paradigma tentang kesuksesan kebanyakan dari kita semua ialah menjadikan banyaknya uang menjadi kesuksesan seseorang. Kurang lebihnya seperti itu yang terjadi jika saya amati. Kita mungkin sudah bisa melihat hal seperti ini, ada orang yang dulunya miskin sekarang jadi kaya tapi dia lupa dengan orang orang yang membantunya karna dibutakan oleh uang, tapi ada juga ketika mereka kaya mereka tetap merendah, kesuksesanya tidak merubah kepribadianya. Dan sekali lagi kita harus sadar dan menerima hal hal tersebut bahwa kehidupan ini tidak hanya diisi oleh orang baik baik saja.
Mungkin sekian dulu postingan saya kali ini, mungkin tulisan ini masih acak acakan, tapi yang pasti kedepanya saya selalu berusaha untuk belajar menulis  lebih baik lagi. Dan mungkin kedepanya saya juga akan mereview kembali buku ini.


Comments

Post a Comment

silahkan berkomentar menggunakan bahasa yang sopan

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Butuh Hari Tanpa Aktivitas, Tanpa Harus Jadi Produktif

kehadirannya di momen yg tepat, apakah berarti dia orang yg tepat?

Rumah sebagai cermin kualitas hidup