Body Shaming dan efeknya



Mungkin sebagian dari kita pernah pernah mendapat komentar seperti ini “kamu kok gendutan sekarang, gk pernah urus badan kamu ya?”,” kamu kok kurusan sekarang, sering makan gih biar gk kurus kek gini” “kamu kok item sekarang”, kurang lebihnya seperti itu. Dan pasti sebagian dari kita mulai merasa tidak percaya diri karna komentar tersebut. Meskipun menggunakan pembicaraan yang terkesan bercanda, tapi hati hati ini bisa menyakiti perasaan orang yang dikomentari. Hal ini bisa kita sebut sebagai body shaming.
            Dari beberapa literasi yang saya baca, dapat saya simpulkan body shaming adalah tindakan atau sikap mengomentari tubuh atau fisik orang lain secara negative, bisa di sengaja ataupun tidak disengaja. Bahkan tidak hanya ke orang lain body shaming juga bisa terjadi kepada diri sendiri yang disebabkan oleh pemikiran kita sendiri tentang tubuh kita sendiri. Ini termasuk bullying secara verbal karna bisa berpengaruh ke masalah mental orang yang dikomentari.
            Tanpa kita sadari mungkin kita pernah bahkan sering melakukan hal ini ke teman, sahabat, kerabat orang yang baru kita kenal dan lainnya. Terlebih lagi bagi seorang wanita karna bagi saya pikiran wanita itu sensitif dan mudah terpengaruh sehingga bisa menurunkan kepercayaan seseorang.
Ketika bertemu dengan teman, kita mengomentari tubuhnya yang terlihat gemuk dan kita menyuruhnya untuk olahraga. Mungkin ini terlihat seperti rasa empati terhadap teman tapi tanpa kita tahu mungkin itu bisa menyakiti perasaanya. Dan bisa saja setelah mendengar komentar tersebut korban akan melakukan diet, menahan makan, memuntahkan makanan yang sudah dimakan dan hasilnya bukan membaik malah memburuk.
            Selain menyakiti perasaan korban, hal ini juga berdampak ke mental seseorang juga sehingga bisa membuat seseorang menjadi depresi bahkan yang paling parah ialah bunuh diri. Tentu saja hal ini harus kita hindari dan berhenti melakukan body shaming.
            Dari saya pribadi mempunyai beberapa saran agar terhindar body shaming ini
            Pertama, mengubah pola pikir, salah satu yang membuat kita mudah terpengaruh dengan perkataan orang lain adalah pola pikir yang kurang sehat. Nantinya itu akan berpengaruh terhadap bagaimana kita memperlakukan tubuh kita.
            Kedua, menerima keadaan diri sendiri, apapun dan bagaimanapun bentuk tubuh kita harus patut kita syukuri, karna itu adalah pemberian terbaik yang tuhan berikan dan disetiap kekurangan pasti ada hikmah yang bisa kita ambil, tergantung dari bagaimana kita memandang suatu permasalahanya. Tidak ada yang salah dengan menjadi gendut atau kurus tinggal kita saja bagaimana kita menanggapinya
Ketiga, memfilter atau menyaring komentar orang lain. Tidak semua perkataan orang harus kita dengar kita harus selektif dalam memilih komentar orang, ini sangat penting bagi kita, karna kita harus bisa memilih mana komentar yang bisa memotivasi dan mana komentar yang menjatuhkan diri kita.
Keempat, kurangi membuka sosial media, bagi saya sosial media sekarang adalah tidak lebih dari ajang saling menghina dan saling menghujat. Artis upload foto, langsung dihujat oleh hatersnya. Banyak sekali komentar komentar yang mengandung ujaran dan kebencian yang tidak baik untuk kita baca.Tidak ada yang salah dengan membuka sosial media, namun hal yang harus anda lakukan adalah harus selektif  dan membatasi penggunaan sosial media itu sendiri.
Mungkin sekedar itu aja saran dari saya, sampai jumpa lagi di artikel berikutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Butuh Hari Tanpa Aktivitas, Tanpa Harus Jadi Produktif

kehadirannya di momen yg tepat, apakah berarti dia orang yg tepat?

Rumah sebagai cermin kualitas hidup