Membantu tidak perlu sampai membuat prank
Media
sosial sekarang sudah berkembang pesat sekali, banyak sekali social media yang
bisa kita gunakan bahkan kita sendiri kadang punya akun media social lebih dari
satu. Fungsi dari media social itu sendiri adalah sebagai sarana untuk
menghubungkan orang dari satu wilayah ke wilayah lain, bahkan dari lintas
samudra. Lalu seiring waktu bertambahlah fungsi media social tersebut menjadi
sarana untuk mencari keuntungan.
Banyak sekali dari masyarakat kita yang bisa mencari uang
secara online, mulai dari membuat blog, berjualan online, maen game juga bisa
menghasilkan pundi pundi, dan terakhir ialah menjadi content creator youtube.
Menjadi content creator youtube sekarang banyak diminati oleh kaum milenial,
selain untuk tempat menyalurkan kreatifitas youtube juga bisa memberikan
keuntungan yang bisa dibilang wow.
Akan tetapi ada sebagian youtuber yang membuat konten
yang bisa kita bilang tidak patut untuk ditiru, kenapa? Karna terlalu ambisi
mengejar konten sampai sampai gk sadar jika konten mereka mungkin bisa
menyakiti perasaan orang yang jadi korban dan ini tidak patut untuk ditonton.
Saat ini sedang viral konten PRANK OJOL atau mengerjai
Ojek Online dengan cara memesan pesanan yang banyak sekali setelah pesanan
datang lalu si pembeli berpura-pura tidak pernah memesan melalui ojek online atau bisa juga membatalkanya. Lalu
Ojek itu akan merasa sedih dan pembeli yang tadi membatalkan datang memberi
tahu kalau ini cuma prank, lalu pesanan tersebut dibayar.
Menurut
saya para youtuber ini mungkin ada niat baiknya tapi yang disayangkan caranya
yang salah. Ada hal yang lebih penting disini menurut saya yang mereka kejar
yakni menarik viewer, karna dengan semakin banyaknya yang menonton video
tersebut maka bertambah juga keuntungan mereka melalui konten tersebut, dengan
begitu akun mereka juga akan ada penambahan subscriber.
Kita
juga tidak tau perasaan abang gojek tersebut setelah di prank,meskipun terlihat
kaget dan senang namun pasti terbesit juga kekecewaan dan kesedihan di para
abang gojek tersebut. Kita juga perlu melihat bagaimana dampak kedepanya
tentang konten ini, bagaimana kalau abang gojek yang sudah tahu tentang hal
seperti ini lalu ada pesanan yang banyak dan mereka pikir bakal di prank.
Tentunya ada kekhawatiran di hati para abang gojek ini.
Akan
tetapi tidak bisa kita pungkiri masyarakat kita lebih menyukai konten konten
yang menghibur daripada konten yang mengedukasi. Tidak ada yang salah dengan
mencari konten yang menghibur sebagai hiburan, akan tetapi kita juga sebagai
warganet harus bisa memfilter konten yang menghibur yang sesuai dengan
kebutuhan masing masing. Kedepanya semoga hal hal seperti itu berkurang dan
diganti dengan konten yang lebih berkualitas.
Mungkin
hanya itu opini saya seputar prank ojol yang lagi viral, jika kalian punya
pendapat juga silahkan tinggalkan
komentar dibawah.
Ngeri ikhwan toteles
ReplyDelete